Book Appointment Now

Pembagian Matematika Kelas 3: Konsep dan Latihan
Pendahuluan
Pembagian adalah salah satu operasi dasar dalam matematika yang sangat penting untuk dipahami sejak dini. Di kelas 3, siswa mulai diperkenalkan dengan konsep pembagian secara lebih formal, setelah sebelumnya mungkin sudah mengenal konsep berbagi secara sederhana. Pembagian membantu kita memecah suatu bilangan menjadi beberapa bagian yang sama besar. Artikel ini akan membahas konsep pembagian, simbol-simbol yang digunakan, cara melakukan pembagian sederhana, serta contoh soal dan latihan yang relevan untuk siswa kelas 3.
I. Apa itu Pembagian?
A. Definisi Pembagian

Pembagian adalah operasi matematika yang merupakan kebalikan dari perkalian. Secara sederhana, pembagian dapat diartikan sebagai proses membagi suatu bilangan (disebut dividen) menjadi beberapa kelompok atau bagian yang sama besar. Hasil dari pembagian disebut hasil bagi atau kuosien. Sisa dari pembagian, jika ada, disebut sisa.
B. Simbol Pembagian
Ada beberapa simbol yang umum digunakan untuk menunjukkan operasi pembagian:
-
Simbol ":" (titik dua)
Contoh: 10 : 2 = 5 (dibaca: 10 dibagi 2 sama dengan 5)
-
Simbol "÷" (obelus)
Contoh: 10 ÷ 2 = 5 (dibaca: 10 dibagi 2 sama dengan 5)
-
Simbol "/" (garis miring)
Contoh: 10 / 2 = 5 (dibaca: 10 dibagi 2 sama dengan 5)
-
Bentuk Pecahan
Contoh: 10/2 = 5 (dibaca: 10 dibagi 2 sama dengan 5)
Dalam penulisan matematika formal, bentuk pecahan sering digunakan karena lebih jelas dan mudah dipahami.
C. Istilah dalam Pembagian
- Dividen: Bilangan yang akan dibagi (angka yang dibagi). Contoh: dalam 10 : 2 = 5, angka 10 adalah dividen.
- Divisor (Pembagi): Bilangan yang digunakan untuk membagi (angka yang membagi). Contoh: dalam 10 : 2 = 5, angka 2 adalah divisor.
- Hasil Bagi (Kuosien): Hasil dari operasi pembagian. Contoh: dalam 10 : 2 = 5, angka 5 adalah hasil bagi.
- Sisa: Angka yang tersisa jika pembagian tidak menghasilkan bilangan bulat. Contoh: dalam 11 : 2 = 5 sisa 1, angka 1 adalah sisa.
II. Konsep Dasar Pembagian untuk Kelas 3
A. Pembagian sebagai Pengurangan Berulang
Salah satu cara untuk memahami konsep pembagian adalah dengan melihatnya sebagai pengurangan berulang. Misalnya, untuk menghitung 12 : 3, kita dapat mengurangkan 3 dari 12 secara berulang sampai mencapai 0:
- 12 – 3 = 9
- 9 – 3 = 6
- 6 – 3 = 3
- 3 – 3 = 0
Kita mengurangkan 3 sebanyak 4 kali, jadi 12 : 3 = 4.
B. Pembagian sebagai Distribusi Sama Rata
Cara lain untuk memahami pembagian adalah dengan membayangkan kita memiliki sejumlah objek yang ingin kita bagi secara merata ke dalam beberapa kelompok. Misalnya, kita memiliki 15 permen dan ingin membaginya kepada 3 teman. Setiap teman akan mendapatkan 5 permen (15 : 3 = 5).
C. Hubungan antara Pembagian dan Perkalian
Pembagian dan perkalian adalah operasi yang saling berlawanan. Jika kita tahu bahwa 3 x 4 = 12, maka kita juga tahu bahwa 12 : 3 = 4 dan 12 : 4 = 3. Pemahaman ini sangat penting untuk membantu siswa memeriksa jawaban pembagian mereka.
III. Strategi Pembelajaran Pembagian untuk Kelas 3
A. Menggunakan Benda Konkret
Pada tahap awal pembelajaran, sangat penting untuk menggunakan benda-benda konkret seperti kelereng, permen, atau stik es krim untuk membantu siswa memahami konsep pembagian. Misalnya, guru dapat memberikan 20 kelereng kepada siswa dan meminta mereka untuk membaginya menjadi 4 kelompok yang sama besar. Dengan cara ini, siswa dapat melihat dan merasakan langsung proses pembagian.
B. Menggambar Diagram atau Ilustrasi
Menggambar diagram atau ilustrasi juga dapat membantu siswa memahami konsep pembagian. Misalnya, untuk menghitung 15 : 3, siswa dapat menggambar 15 lingkaran dan kemudian mengelompokkannya menjadi 3 kelompok yang sama besar. Dengan melihat visualisasi ini, siswa akan lebih mudah memahami bahwa 15 : 3 = 5.
C. Menggunakan Garis Bilangan
Garis bilangan juga dapat digunakan untuk membantu siswa memahami pembagian. Misalnya, untuk menghitung 10 : 2, siswa dapat memulai dari angka 10 pada garis bilangan dan kemudian melompat mundur sebanyak 2 angka sampai mencapai 0. Jumlah lompatan yang dilakukan adalah hasil bagi.
D. Menggunakan Lagu dan Permainan
Lagu dan permainan dapat membuat pembelajaran pembagian menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi siswa. Misalnya, guru dapat menggunakan lagu dengan lirik yang berkaitan dengan pembagian atau membuat permainan sederhana yang melibatkan pembagian.
IV. Contoh Soal Pembagian Kelas 3
Berikut adalah beberapa contoh soal pembagian yang sesuai untuk siswa kelas 3:
-
Ani memiliki 18 buah apel. Ia ingin membagikannya kepada 3 temannya. Berapa banyak apel yang akan diterima setiap teman?
Penyelesaian: 18 : 3 = 6. Setiap teman akan menerima 6 buah apel.
-
Budi memiliki 24 kelereng. Ia ingin menyimpannya dalam 4 kotak. Berapa banyak kelereng yang harus ia masukkan ke dalam setiap kotak agar jumlahnya sama?
Penyelesaian: 24 : 4 = 6. Budi harus memasukkan 6 kelereng ke dalam setiap kotak.
-
Sebuah toko memiliki 35 buku tulis. Buku-buku tersebut akan ditata di 5 rak. Berapa banyak buku tulis yang harus diletakkan di setiap rak agar jumlahnya sama?
Penyelesaian: 35 : 5 = 7. Setiap rak harus diisi dengan 7 buku tulis.
-
Ibu membuat 42 kue. Kue-kue tersebut akan dibagikan kepada 6 orang tetangga. Berapa banyak kue yang akan diterima setiap tetangga?
Penyelesaian: 42 : 6 = 7. Setiap tetangga akan menerima 7 kue.
-
Pak Ali memiliki 56 buah mangga. Ia ingin memasukkannya ke dalam 8 keranjang. Berapa banyak mangga yang harus dimasukkan ke dalam setiap keranjang agar jumlahnya sama?
Penyelesaian: 56 : 8 = 7. Setiap keranjang harus diisi dengan 7 buah mangga.
V. Latihan Soal Pembagian Kelas 3
Berikut adalah beberapa latihan soal pembagian yang dapat digunakan untuk menguji pemahaman siswa:
- 15 : 5 = …
- 21 : 3 = …
- 28 : 4 = …
- 30 : 6 = …
- 36 : 9 = …
- 40 : 5 = …
- 48 : 8 = …
- 54 : 6 = …
- 63 : 7 = …
- 72 : 9 = …
Soal Cerita:
- Seorang petani memanen 64 buah jeruk. Ia ingin memasukkannya ke dalam 8 kotak. Berapa banyak jeruk yang harus dimasukkan ke dalam setiap kotak?
- Sebuah kelas memiliki 32 siswa. Guru ingin membagi mereka menjadi 4 kelompok. Berapa banyak siswa dalam setiap kelompok?
- Ibu membeli 45 permen. Ia ingin membagikannya kepada 5 anaknya. Berapa banyak permen yang akan diterima setiap anak?
- Seorang pedagang memiliki 72 telur. Ia ingin menatanya dalam 9 baris. Berapa banyak telur dalam setiap baris?
- Sebuah perpustakaan memiliki 81 buku cerita. Buku-buku tersebut akan diletakkan di 9 rak. Berapa banyak buku cerita yang harus diletakkan di setiap rak?
VI. Tips untuk Mengajarkan Pembagian kepada Siswa Kelas 3
A. Mulai dengan Contoh Sederhana
Mulailah dengan contoh pembagian yang sederhana dan mudah dipahami, seperti membagi bilangan kecil dengan bilangan kecil. Setelah siswa memahami konsep dasar, secara bertahap tingkatkan kompleksitas soal.
B. Gunakan Pendekatan Visual dan Konkret
Gunakan benda-benda konkret, gambar, atau diagram untuk membantu siswa memvisualisasikan proses pembagian. Ini akan membuat konsep pembagian menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.
C. Kaitkan dengan Pengalaman Sehari-hari
Kaitkan soal-soal pembagian dengan pengalaman sehari-hari siswa. Misalnya, gunakan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan mereka, seperti membagi permen, kelereng, atau mainan.
D. Berikan Banyak Latihan
Berikan banyak latihan soal pembagian kepada siswa. Semakin banyak mereka berlatih, semakin mahir mereka dalam melakukan pembagian.
E. Berikan Umpan Balik Positif
Berikan umpan balik positif kepada siswa atas usaha mereka. Jangan hanya fokus pada jawaban yang benar, tetapi juga hargai proses belajar yang mereka lakukan.
VII. Kesimpulan
Pembagian adalah konsep matematika penting yang harus dikuasai oleh siswa kelas 3. Dengan menggunakan pendekatan yang tepat, seperti menggunakan benda konkret, gambar, dan contoh-contoh yang relevan, guru dapat membantu siswa memahami konsep pembagian dengan lebih mudah dan menyenangkan. Latihan yang teratur dan umpan balik positif juga akan membantu siswa menjadi lebih mahir dalam melakukan pembagian. Pemahaman yang kuat tentang pembagian akan menjadi dasar yang penting bagi siswa untuk mempelajari konsep matematika yang lebih kompleks di masa depan.



